Home » Uncategorized » Ratusan Aktivis di FKIP Unisma Diminta ‘Perang’ Lawan Hoax

Ratusan Aktivis di FKIP Unisma Diminta ‘Perang’ Lawan Hoax

January 17th, 2017 Leave a comment Go to comments

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ratusan mahasiswa di Universitas Islam Malang (Unisma) Malang, yang menjadi pengurus di organisasi kemahasiswaan, diminta untuk berperang melawan informasi hoax yang kini sedang melanda Indonesia.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas keguruan dan Ilmu Penpelantikanndidikan (FKIP) Unisma, Dr. Hasan Busri, M.Pd, saat memberikan sambutan prosesi pelantikan pengurus organisasi kemahasiswaan yang ada FIKP, Sabtu (7/1/2017), di gedung Usman Mansur Unisma.

Sebanyak 392 aktivis mahasiswa yang dilantik. Mereka adalah pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa FKIP, Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP, Badan Semi Otonom Lembaga Pers Mahasiswa Fenomena dan BSO Teater Bangkit.

Selain itu juga pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris.

Acara dibuka oleh Dekan FKIP Unisma, Dr Hasan Busri, M.Pd. Dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa fakultas berkomitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya dalam era informasi dan ketahanan informasi nasional.

“Menjadi aktivis kampus itu harus mampu menjadi tauladan bagi mahasiswa yang lain. Tauladan itu termasuk tauladan akademik, tauladan sosial, dan tauladan individu,” katanya.

Menjadi aktivis jelasnya, berarti berkomitmen untuk turut serta membangun peradaban bangsa yang saat ini sedang menghadapi krisis informasi dan darurat hoax.

“Aktivis di Unisma, lebih-lebih di FKIP, diharapkan ikut serta memerangi maraknya informasi hoax yang kini melanda Indonesia. Hal untuk menciptakan ketahanan informasi nasional,” katanya.

Hadir dalam acara itu, penceramah kondang untuk memberikan motivasi kepada pengurus organisasi kemahasiswaan yang baru dilantik, yakni KH Ali Ashari, M.Pd.

Diketahui, KH Ali Ashari, juga dosen senior di Unisma. Dalam ceramahnya kiai Ali menyampaikan akan pentinnya mempunyai niat yang baik dalam setiap memulai sesuatu terutama dalam mencari ilmu di universitas.

“Sumpah janji pengurus yang diawali dengan syahadatain pasti sudah dicatat oleh Allah SWT, yang balasannya juga pasti ketika kalian lulus dari kampus ini,” katanya.

Kiai Ali juga menyampaikan akan pentingnya keseimbangan otak, hati, dan amal saleh dalam menjalankan sebuah organisasi. “Keseimbangan otak, hati dan amal sangat penting dalam menjalankan organisasi,” katanya.

Selain itu, para pengurus baru sudah komitmen dan menandatangani perjanjian untuk ikut serta membangun kemajuan lebih baik untuk Unisma kedepan.(*)

Sumber: Times Indonesia

http://www.timesindonesia.co.id/read/140096/2/20170107/160704/ratusan-aktivis-di-unisma-diminta-perang-lawan-hoax/

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.