TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kampus Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, makin go international. Setelah mengirim sejumlah dosen untuk melanjutkan studi di luar negeri, kampus swasta favorit di Jawa Timur ini juga mulai mendelegasikan mahasiswanya ke Thailand.

ThailandHari ini (6/1/2017) dua mahasiswa Unisma, Saka Ilham Haqiqi dan Ayu Larasati, didelegasikan ke Prince of Songkla University (PSU) Thailand. Mahasiswa dari FKIP itu akan menempuh studi selama 1 semester di Thailand.

Ayu Larasati mengatakan, dirinya akan mengambil tiga mata kuliah dari program yang diikutinya. Pembelajaran akan diikuti selama 1 semester. ’’Awalnya, kami diberikan pilihan 5 mata kuliah. Namun, kampus merekomendasikan untuk memilih 3 saja,’’ ujar Ayu.

Sementara, Wakil Rektor I Unisma Prof Drs H Junaidi MPd PhD menjelaskan bahwa pendelegasian mahasiswa ke luar negeri ini sebagai tindak lanjut dari program Unisma go international. ’’Ini adalah salah satu wujud tekad kami untuk internasionalisasi Unisma,’’ ujar Prof Junaidi.

Apakah mahasiswa dikenakan biaya? Junaidi mengungkapkan, mahasiswa yang didelegasikan ke Thailand itu tidak dipungut biaya sedikit pun. Selama mereka studi, semua biaya hidup ditanggung Unisma.

’’Jadi ini betul-betul kesempatan luar biasa bagi mahasiswa yang dikirim ke sana. Tapi ingat lho, minimal TOEFL harus 550,’’ tambah Junaidi.

Sebelum dua mahasiswa itu terbang ke Thailand, sebelumnya ada 24 mahasiswa PSU Thailand yang dikirim untuk belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia di Unisma selama 3 bulan. Mereka akan magang belajar bahasa Indonesia dan kesenian. Sementara Unisma mengirimkan dua dosen dan dua mahasiswanya untuk mengajar bahasa Indonesia serta jurusan keilmuan lainnya.

’’Proses kerja sama Unisma dan PSU ini direncanakan untuk mengembangkan riset kolaborasi dua universitas itu. Program ini tidak hanya bermanfaat untuk dosen ataupun mahasiswa, tetapi produk risetnya juga bisa diaplikasikan di masing-masing negara. Jadi, aspek Tri Dharma Perguruan Tingginya betul-betul bisa diterapkan,” jelas Junaidi.

Bagaimana pola studinya? Prof Junaidi menjelaskan, selama mata kuliah yang ditempuh di Thailand memungkinkan untuk dikonversikan dalam mata kuliah yang ditempuh di Unisma, tentu akan meringankan beban kredit kuliah mahasiswa tersebut. Jika tidak dapat dikonversikan, setidaknya mereka sudah dapat pengalaman berharga di luar negeri. (*)

Sumber: times Indonesia

http://www.timesindonesia.co.id/read/140007/20170106/073539/dua-mahasiswa-unisma-belajar-gratis-ke-thailand/

العربية AR English EN Bahasa Indonesia ID