indonesia rayaMalang (13-01-2017). Menutup serangkaian kegiatan Bazar Batik Nusantara, FKIP Unisma hari ini Sabtu 14 Januari 2017 menyelenggarakan Batik Fashion Event. Kegiatan yang mengangkat tema “Etnik Batik Nusantara Hasil Maha Karya Bangsa” ini diikunti oleh siswa SLTA se Malang Raya untuk kategori siswa dan oleh masyarakat umum untuk menperebutkan Piala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Piala Rektor Unisma, dan Piala Dekan FKIP Unisma.

Faisal Bahrosi, Ketua Pelaksana kegiatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada para sponsor diantaranya ada Telkomsel, Vesa Collection, Batik Nusantara, beserta Media Partner MHS FKIP UNISMA. “Kami mewakili panitia mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi aktif sehingga acara ini berjalan dengan lancar.” Katanya.  Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan menjaga budaya nusantara yang saat ini diakui sebagai warisan adi luhung dunia. Demikian kata Faisal mrngakhiri sambutannya.batiik

Dosem Pembimbing Matakuliah Keprotokoleran, Bapak Dr. H. Nur Fajar Arief, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satu soft skill yang ada dimatakuliah ini. kegiatan ini murni didesain oleh mahasiswa kelas A Semester VII PBSI FKIP Unisma.  Harapan besar semoga pengalaman kerja nyata ini menjadi kemampuan tambahan dan bekal sebagai calon seorang guru.” Kata Fajar mengakhiri sambutannya.

Bapak Suyitno mewakili Wali Kota Malang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Perlu digalakkan lagi dengan event-event yang monumental karena batik-batik daerah di Indonesia ini mempunyai ciri khas sendiri. misalnya di Malang ada Batik Blimbing, Batik Claket, Batik Pacitan, Batik Bali. Oleh karenanya anak-anak muda harus gemar memakai batik. Jangan dipersepsi saja batik hanya untuk orang tua. Pemkot Malang misalnya sudah membuat strategis setiap hari Kamis pegawai Pemkot Malang wajib memakai batik, dan peserta didik dari PAUD sampai SMA di Malang ini sudah diwajibkan disalah satu hari dalam satu pekan efektif.batiikk foto

Ditegaskan dalam sambutannya bahwa generasi muda saat ini perlu memahami nilai-nilai filosofis dalam batik. Oleh karenanya perlu sentuhan-sentuhan tangan terampil agar tetap terjaga nilai maha karya bangsa ini agar tidak menjadi pengakuan bangsa-bangsa lain.” kata Suyitno.

Sementara itu Dekan FKIP Unisma, Bapak Dr. Hasan Busri, M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan ini pebagai penandasan bahwa FKIP Unisma melalui keunggulan-keunggulan matakuliah diprogram studi untuk ikut serta memperkuat ketahanan nusantara dalam bidang Budaya. Hasan menambahkan bahwa Batik Nusantara sudaj diakui dunia Internasional.batik pesertabatik pesertaa

Kegiatan yang akan berlangsung selama satu hari ini didukung penuh oleh Rektor Unisma Bapak Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.

العربية AR English EN Bahasa Indonesia ID